Surga
adalah Persekutuan Penuh dengan Tuhan
Surga sebagai persekutuan penuh dengan Tuhan adalah
tema katekese Bapa Suci pada Audiensi Umum tanggal 21 Juli 1999. Surga
“bukanlah suatu tempat abstrak ataupun fisik di awan-awan, melainkan suatu
hubungan pribadi yang hidup dengan Tritunggal Mahakudus. Surga adalah
perjumpaan kita dengan Bapa yang terjadi dalam Kristus yang bangkit melalui
persekutuan Roh Kudus,” demikian kata Paus.
1. Ketika tubuh duniawi ini
berakhir, mereka yang menyambut Tuhan dalam hidup mereka dan dengan tulus hati
membuka diri terhadap kasih-Nya, setidak-tidaknya pada saat ajal, akan
menikmati persekutuan penuh dengan Tuhan yang adalah tujuan hidup manusia.
Seperti diajarkan dalam Katekismus Gereja Katolik,
“Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus ini, persekutuan
kehidupan dan cinta bersama Allah, bersama Perawan Maria, bersama para malaikat
dan orang kudus, dinamakan `surga'. Surga adalah tujuan terakhir dan pemenuhan
kerinduan terdalam manusia, keadaan bahagia tertinggi dan definitif.” (no.
1024)
Pada hari ini kita akan berusaha memahami arti
biblis dari “surga”, guna mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan realitas
yang dimaksudkan di dalamnya.
2. Dalam bahasa biblis “surga”
atau terkadang disebut “langit”, apabila dipadukan dengan “bumi”, menyatakan
bagian dari alam semesta. Kitab Suci mencatat tentang penciptaan, “Pada
mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1).
No comments:
Post a Comment